Wednesday, 1 February 2017

Pengertian protein dan asam amino serta kegunaan Protein


Pengertian Protein
Protein adalah polimer alam yang terbuat dari monomer - monomer asam amino melalui peptida (ikatan amida) dalam reaksi polimerisasi kondensasi.
Asam Amino + Asam Amino + ... => Protein + nH2O
Protein berasal dari bahasa Yunani “proteios” yang berarti utama. Ditinjau dari komposisi kimianya, protein adalah polimer dari sekitar 20 jenis asam amino. Massa molekul relatifnya berjumalah kisaran dari sekitar 6.000 sampai berapa juta. Molekul protein memilik kandungan karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala juga ada sulfur serta fosfor. Protein memiliki peran penting dalam struktur dan fungsi segala sel makhluk hidup dan virus.

Kebanyakan jenis protein merupakan suatu enzim atau subunit enzim. Protein sangat terlibat dalam sistem kekebalan tubuh (imun) sebagai antibodi, sistem kendali ketika dalam bentuk hormon, sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi hara. Sebagai salah satu sumber gizi, protein juga berperan sebagai sumber asam amino untuk organisme yang tidak mampu atau tidak dapat membentuk asam amino tersebut (heterotrof).

Protein merupakan salah satu dari biomolekul raksasa, selain polinukleotida, lipid, dan polisakarida, yang adalah penyusun utama makhluk hidup. Selain itu, protein merupakan salah satu molekul yang paling banyak diteliti dalam biokimia. Protein ditemukan oleh Jons Jakob Berzelius pada tahun 1838.

Asam Amino
Asam amino adalah suatu golongan senyawa karbon yang memiliki gugus fungsional karboksil (-COOH) dan amino (-NH2). Dalam biokimia sering sekali pengertiannya kemudian dipersempit: keduanya terikat pada satu atom karbon (C) yang sama(disebut atom C “alfa” atau a”). Gugus karboksil memberikan sifat asam dan gugus amina memberikan sifat basa. Dalam bentuk larutan, asam amino bersifat amfoterik: cenderung asam pada larutan basa dan menjadi basa pada larutan asam. Perilaku ini terjadi karena asam amino mampu menjadi zwitter-ion. Asam amino termasuk golongan senyawa yang paling banyak dipelajari karena salah satun fungsinya sangat penting dalam organisme, yaitu sebagai penyusun protein.

Struktur asam amino secara umum adalah satu atom C yang mengikat empat gugus: gugus amina (NH2), gugus karbolis (COOH), atom hidrogen (H), dan satu gugus sisa (R, dari residu) atau disebut juga gugus atau rantai samping yang membedakan satu asam amino dengan asam amino lainnya.

Atom C pusat tersebut dinama atom Ca (“C-alfa”) sesuai dengan penamaan senyawa begugus karboksil, yaitu atom C yang berikatan langsung dengan gugus karboksil. dikarenakan gugus amina juga terikat terhadap atom Ca ini, senyawa tersebut adalah asam a-amino.

Asam amino biasanya diklasifikasikan berdasarkan sifat kimia rantai samping tersebut menjadi kelompok.

Asam amino dibagi menjadi 2 jenis:
  • Asam amino essensial
Asam amino essensial adalah asam amino yang tidak dapat disentesis oleh tubuh (harus disuplai dari luar).
Contoh: arginin, histidin, leusi, isoleusin, metionin, fenilalanin,threonin, triptofan, valin, lisin.
  • Asam amino nonessensial
Asam amino nonessensial adalah asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh.
Contoh: alanin, glisin, asam glutamat, prolin, serlin, sistein, aspartat, hidroksi prolin, tiroksin.

Asam amino bersifat amfoter artinya dapat bereaksi dengan asam dan basa. Di dalam asam, asam amino akan bertindak sebagai basa. Sedangkan di dalam larutan basa, asam amino akan bertindak sebagai suatu asam. Dalam kondisi netral, asam amino dapat bertindak sebagai asam maupun basa.

Kegunaan Protein
Sekitar 18% tubuh makhluk hidup terbuat dari protein, protein sangat penting bagi makhluk hidup antar lain:
- Komponen struktur kulit, rambut dan otot.
- Komponen pembuat jaringan baru atau memperbaiki jaringan yang rusak.
- Sumber energi dalam respirasi.
- Enzim yang mengkatalis berbagai reaksi metabolisme,
- Hormon yang mengontrol aktivitas makhluk hidup
- Pembawa impuls saraf dari satu sel saraf ke sel lainnya.

Related search : Pengertian asam amino essensial, pengertian asam amino nonessensial, contoh asam amino essensial, contoh asam amino non essensial, sejarah protein, siapa penemu protein, 

Artikel Terkait