Sunday, 5 February 2017

Pemaham materi Tujuan, Fungsi, dan Sistem Mengelola Keuangan


Tujuan pengelolaan
a. Ingin meningkatkan pertumbuhan usaha
b. Ingin meningkatkan kemampulabaan di dalam usaha
c. Ingin meningkatkan efisiensi dalam usaha
d. Ingin meningkatkan imbalan untuk pemilik usaha
Adapun langkah – langkah yang harus di tempuh agar pengelolaan keuangan usaha berhasil adalah sebagai berikut :
a. Menyusun taksiran kebutuhan keuangan atau modal kerja usaha
b. Menyusun pengelolaan keuangan usaha tahunan
c. Mengadakan evaluasi dan analisis keadaan keuangan usaha

Fungsi Pengelolaan Keuangan
a. Menangani masalah – masalah khusus yang ada di dalam perusahaan
b. Mencari, memilih dan mencampur sumber keuangan usaha
c. Perencanaan dan pengendalian keuangan usaha
d. Pengadaan pemilihan sumber keuangan usaha

Sistem Pengelolaan keuangan
Di dalam pengelolaan keuangan usaha ada beberapa hal yang diperlu dibuat dan dipertimbangkan antara lain sebagai berikut.
a. Membuat pembukuan yang tertib dan teratur, catat semua uang yang masuk dan keluar dengan rincian yang jelas tentang jumlah uangnya, salnya, tujuannnya, tanggal, serta keterangan lainnya.
b. Memeriksa semua keabsahan bukti pembayaran di dalam kegiatan usaha atau bisnis.
c. Memisahkan harta atau keuangan pribadi dengan keuangan perusahaan.
d. Menggunakan jasa bank sebaik – baiknya.
e. Menbuat anggaran usaha untuk semua aspek keuangan dan membandingkan dengan realisasinya.

Agar pengelolaan keuangan tersebut berjalan dengan tertib dan teratur, dibutuhkan administrasi keuangan. Adapun penyelenggara administrasi keuangan yaitu sebagai berikut.
a. Administrasi keuangan
Sasaran utama dari pengaturan administrasi keuangan adalah peristiwa – peristiwa yang berhubungan dengan keuangan. Peristiwa keuangan tersebut akan mengakibatkan bagian keuangan perusahaan menyusun dan mengatur administasi keuangan antara lain :
1) Mencatat keluar masuknya uang perusahaan
2) Menguraikan dan menganalisis keuangan perusahaan
3) Menggolongkan pos –pos keuangan yang diperlukan perusahaan
4) Melaporkan peristiwa keuangan perusahaan

Jika administrasi keuangan tersebut dikelola dengan baik, perusahaan akan memeperoleh informasi yang tepat mengenai:
1) Jumlah laba yang diperoleh
2) Posisi harta, utang, dan modal perusahaan
3) Kegiatan perusahaan seperti penjualan, pemasaran, utang piutang, dan persediaan barang dagangan
4) Laporan pajak, laporan penghasilan, dan sebagainya.

Penyelenggaraan administrasi keuangan tentunya memerlukan alat – alat pengaturan administrasi keuangan antara lain sebagai berikut.
1) Dokumen – dokumen buku administrasi
2) Buku – buku harian atau jurnal, yaitu buku kas, buku bank, buku penjualan, dan buku pembelian
3) Buku besar
4) Buku tambahan, terdiri atas buku piutang, buku utang, dan buku persediaan
5) Neraca lajur
6) Laporan – laporan
Berbagai macam transaksi dagang dicatat setiap hari dan diadministrasikan ke dalam buku harian. Transaksi keuangan tersebut meliputi penerimaan tagihan, pembayaran utang, penyimpanan uang di bank, pengambilan uang dari bank, pembelian barang dagangan, pembayaran biaya angkutan atau transportasi, pembayaran gaji, dan lain – lain

b. Bentuk – bentuk Laporan Keuangan

Secara umum bentuk – bentuk laporan keuangan dapt disajikan atau dibuat dalam dua bentuk, yaitu laporan pada saat tertentu dan laporan pada periode tertentu.
1) Laporan pada saat tertentu (balance sheet)
Posisi keuangan pada saat tertentu dinamakan dengan neraca (balance sheet). Dalam praktiknya kita akan menjumpai tiga macam bentuk neraca yaitu bentuk vertikal, skontro, dan yang di sesuaikan dengan posisi keuangan perusahaan
2) Laporan pada periode tertentu
Laporan pada periode tertentu terdiri aatas :
a. Laporan rugi laba (income statement)Laporan yang menunjukan pendapatan, biaya, dan rugi atau laba perusahaan selama periode tertentu disebut dengan rugi laba. Laporan tersebut perlu disusun dengan cara sistematis dengan berdasarkan pada hal – hal berikut :
(1) Bagian pertama menunjukan penghasilan yang diperoleh perusahaan. Dalam hal ini dapat dilihat dari harga pokok barang atau jasa yang dijual, sehingga diperoleh laba yang kotor.
(2) Bagian kedua menunjukan biaya – biaya usaha yang terdiri atas biaya penjualan, bagian administrasi, dan biaya umum.
(3) Bagian ketiga adalah hasil lain – lain dan beban lainnya yang tidak berasal dari usaha pokok perusahaan, misalnya biaya bunga dan pendapatan sewa.
(4) Bagian keempat menunjukan rugi laba insidental, sehingga akan di peroleh rugi atau laba bersih sebelum pajak penghasilan. Misalnya laba penjualan aktiva tetap dan surat berharga.

Adapun bentuk laporan rugi atau laba pada umumnya yaitu sebagai berikut :
1. Bentuk Single Step
Laporan usaha dengan bentuk single step adalah semua pendapatan yang digabungkan dalam satu kelompok, demiin juga dengan semua beban disatukan dalam satu kelompok. Selanjutnya kelompok pendapatan dan kelompok beban diselisihkan. Apabila jumlah pendapatan lebih besar dari jumlah beban, maka menghasilkan laba bersih, tetapi apabila jumlah pendapatan lebih kecil dari beban, maka menghasilkan rugi bersih

2. Bentuk Multiple Step
Laporan rugi laba menggunakan multiple step adalah bentuk laporan yang di susun dengan cara memisahkan pendapatan ataupun beban ke dalam kelompok operasional dan nonoperasional. Dengan membandingkan bagian tersebut diperoleh rugi atau laba operasional atau usaha pokok.

b. Laporan laba yang ditahan atau laporan perubahan modal ( retined earning statement)
Laporan laba yang ditahan merupakan salah satu dari laporan perubahaan posisi keuangan yang berasal dari kegiatan usaha suatu perusahaan dalam suatu periode tertentu. Hal ini akan menyangkut masalah rugi atau laba insidentil. Adapun pencatatan rugi atau laba insidentil dilakukan dalam bentuk clean surplus principle dan non clean surplus concept.

Artikel Terkait